Monday, October 31, 2016

Alhamdulillah,, positif..

Tidak ada program hamil ataupun progam KB kami, juga bukan berarti kami tidak memberi jarak anak satu dan lainnya.. sungguh, kuasa Allah dan kun fayakun kami yakin Allah lah yang maha mengetahui atas segala yang terjadi di muka bumi ini.. sabtu lalu (29 oktober 2016) akhirnya saya memberanikan diri untuk test pack.. pagi-pagi benar sampai saya tak bisa tidur sebenarnya.. antara feeling dan pertanyaan besar di hati ini.. then..,, ini hasilnya..^^
Alhamdulillah,, campur aduk rasanya, lebih ke deg-degan, surprise.. ntah lah.. perasaan apa yang seharusnya saya miliki? BERSYUKUR, tidak semua wanita ditakdirkan diamanahi keturunan. Padahal kehamilan pertama saja kesannya 'ngoyo' karena memang belum berpengalaman, sepasang pengantin baru pastilah 'dikejar' hamil sesegera mungkin,, dan bisa dipastikan under pressure, maka mencoba belajar memahami perasaan orang lain lebih tepat ketimbang menilainya tanpa mengetahui kebenarannya..
Meski tahun ini lumayan banyak (tetangga, teman, saudara) hamil dan saya selalu antusias akan hal itu, namun jika ditanya siapkan saya saat itu?? Wallahu alam.. ketika saya jawab belum maka Allah bisa saja mengundur takdir saya dan bahkan mungkin tidak akan menakdirkan kembali.. begitu sebaliknya, antara siap dan belum, saya harus terus memantapkan hati suatu waktu saya pasti merasakan kembali getaran mungil di rahim saya.. karena persalinan pertama saya by sectio caesar, setidaknya saya menargetkan minimal 2tahun lebih saya siap untuk hamil kembali.. di lain hal tersebut rasanya belum mampu menempatkan asyraf sebagai kakak, bukan bermaksud bagaimana, kadang merasa (saya pribadi) ingin selalu memperbaiki parenting yang ingin lebih baik lagi, belum siap membagi kasih dengan adik-adiknya. Seiring waktu berjalan, asyraf menginjak usianya ke3, saya merasa lebih percaya diri saja ketika entah bulan kapan kami diamanahi anak kembali.. Allah lebih mengetahuinya dan mungkin doa-doa kecil dari tetangga maupun teman adalah salah satu jalan untuk mendekatiNya..
Entah bagaimana, atau hanya sebagai wanita ya feeling saya main banget,, soal apapun itu.. terutama kehamilan saya kedua ini.. sekitar dua bulan lebih asyraf ko minta gendong ala ala bayi, tumben sekali.. dan makin tertarik dengan anak bayi tetangga, padahal sebelumnya cuek-cuek saja.. okelah i don't mind, mungkin juga karena ingin sekali mempunyai adik atau hanya sekedar suka saja dengan bayi tetangga.. lalu diikuti dengan bertambahnya manja kepada saya, padahal kalau ada ayahnya (terutama weekend), asyraf justru manja sekali dengan beliau, saya pun bisa selonjoran hehe.. nah, saya pikir sih mungkin memang lagi ingin manja saja sama saya, hmm saya pikir lagi ko tumben amat kan hari-harinya juga sama saya kenapa makin manja aja..ya sudah, i don't mind lagi saya pikir insya Allah tahun depan ya nak Bunda hamilnya (dalam hati ini)hikkkss, ternyata Allah majukan jadwal hamil saya..
Bulan oktober sudah mulai tanggal 20 lebih, saya tunggu-tunggu jadwal haid, makin hari rasanya worried juga haha plus deg-degan deh.. tanggal 25 sudah lewat, nah loohh.. suami menyarankan saya untuk segera testpack,, hm masih saya tunda..sambil flashback sudah dua minggu lebih yang lalu ko kepingin sekali manisan mangga, ketika di jalan melihat penjual manisan mangga akhirnya tidak terkejar karena posisi lampu sudah hijau dan penjualnya tidak melewati kami.. saya juga merasa jadi sering lapar, saya pikir mungkin akan haid karena ketika akan haid saya biasanya memang bertambah nafsu makan.. nah, ini juga bertambah surprise saya karena bertambahnya nafsu makan saya bisa jadi hamil atau haid, ko makin deg-degan saja ya.. dan finally,, saya siapkan diri testpack sabtu itu juga.. Alhamdulillah 'alaa kullihaal..
Lantas persiapan saya? Saya banyak-banyakin doa, baca al qur'an it's so simple tidak ada ritual-ritual khusus, kegiatanpun paling saya kurangi sedikit demi sedikit karena memang sekarang no khadimah dan sudah terbiasa, ya dijalani saja. Selama kuat sehat bisa dilakukan ya Bismillah bernilai ibadah, sekaligus berbagi tugas dengan suami xixixi.. dan poin utama bagi saya sih tetap menjaga kondisi emosi asyraf untuk mempersiapkan dirinya sebagai sulung yang akan mempunyai adik. Hal itu tidak mudah lo, usaha doa ikhtiar dan tawakal kuncinya,, semoga saya dan janin tetap selalu kuat sehat tidak kurang suatupun, suami dan asyraf juga sehat selalu ceria adalah kado hari-hari saya.. semoga Allah berkahi semuanya.. aamiin..
Sejauh ini saat kami perkenalkan calon adik asyraf, ia sih terlalu excited, meski mungkin belum terlalu paham.. dan saya sambil bercerita flashback jika asyraf bayi dulu juga masih di perut, sekaligus mengajarkannya selalu sayang dan mencium calon adiknya ini.. All praises to Allah..



mommydiary
Momandstory,momandpregnancy
ARSENDAYELLOW

Jakarta, November 1st 2016 

Tuesday, October 18, 2016

Timus Ubi

Beberapa waktu lalu, saya temui ubi yang sudah agak lama tak terjamah hehe biasa belom sempat bikin-bikin kudapan lagi setelah setengahnya saya membuat ubi untuk campuran kolak.. sampai-sampai saya lupa punya ubi sisa beberapa biji, ternyata suami saya yang membungkus itu ubi, yah baru sadar ini suami kan ga tahu memang saya sengaja kan simpan ubi gitu aja digeletakin tanpa ditaruh di wadah, justru kalau dibungkus malah membusuk nah bener kan? Satu biji aja yang busuk tapi sayang hikkss, biarinlah. Sisa dua bijinya saya olah saja menjadi timus karena saya sedang ingin sekali timus, ya kalau di daerah saya timus itu dari ubi sedangkan jika di Jakarta ternyata timus itu berasal dari singkong..

Penampakan timus ubi hehe,, sebenarnya kurang pede juga kalau mau posting foto-foto masakan karena kurang pandai 'membidik' dan cahaya juga kurang pas saat itu..
Bahan gampang aja: ubi boleh ungu atau ubi apa aja, gula garam secukupnya, tepung tapioka, breadcrumbs ( ini baru saya coba variasikan ternyata enak kriuk kriuk^^), optional juga ditambah keju dan cokelat..
Jadi saat saya olah timus ubi, memang ga niat-niat banget pake meses dan keju karena kedua bahan tersebut habis.. nah, untuk caranya: rebus atau kukus ubi sampai lunak lalu kupas kulitnya dan lumatkan menggunakan garpu, campurkan gula beberapa sendok (saya ga pakai takaran, alias ngasal hehe), garam sejumput dan tapioka 1:2 dengan gula.. aduk-aduk hingga semua bahan tercampur, lalu tambahkan breadcrumbs, aduk kembali.. kemudian bentuk adonan sesuai selera (kalau ada keju dan meses bisa ditambahkan sebagai isi)
Lalu goreng ke dalam minyak yang sudah dipanaskan.. angkat timus setelah agak kekuningan, tiriskan, santap dehhh^^(baca doa dulu ya),, kres kresnya plus lumeran cokelat dari meses ditambah gurihnya keju pasti nendang hehe..selamat mencoba mommiesta..
Tiap saya membuat kudapan saya usahakan setengahnya saya buat frozen untuk stok camilan di rumah maupun bekal asyraf, done.. Alhamdulillah, maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan?


(Picture was taken by two days ago, while making it delicious^^)


Ordinary mom,
arsendayellow
Jakarta, oct 19th 2016

Monday, October 17, 2016

Media oh Media

Siang ini gagal tidur, rencana awal setelah beberes rumah ketika asyraf #asyrafactivity sekolah, jemput, yaitu istirahat siang, malamnya ngurus jualan.. eh yasudah gegara ada notifikasi WhatsApp, BBM, line atau lainnya hati ini kepo banget pengen liat, tapi ya sama aja niat jaman baheula kalau uda liat ya liat aja ga usah diterusin jadi gagal total.. jari ini bisa ga diem sejaman.. Alhasil begini deh kayak hari ini ga jadi tidur siang barang sebentar.. ngurusin jualan juga engga sibuk-sibuk amat karena balasnya slow aja karena emang waktu istirahat, keponya yang besar kalau menyoal berita2 'hot' hehe..
Sebenernya kalau lagi mau cari ilmu memang benar2 yang bermanfaat ya eeetapi karena social media memang selalu menang ya hawa nafsu selalu mengikuti.. #sambilistighfar.. Alhamdulillah Allah selalu 'menampar' saya setiap ada hal sekecil apapun yang buruk saya lakukan, ibrah, ya semacam sign.. hikmah dan hidayah tentu tidak datang sendiri tanpa kita minta tanpa kita usaha.. sejak awal menikah, memang suamilah yang selalu mengingatkan akan dampak social media, positif maupun negatif, kembali lagi pada niat dan cenderung mana dampaknya? Jika dominan negatif maka tinggalkanlah.. sebagai contoh akun fb saya (pribadi) sejak kuliahpun sudah aktif sekali posting2 di sana, karena dulu tidak begitu menyeramkan ya jadi ga kepikiran apa2 ya.. just fun lah apalagi foto2 pribadi, apalagi kegiatan kuliah saya dulu.. sampai pada akhirnya menikah, kenapa semua jadi begini? Ya saya ga tahu tepatnya siapa peneror itu karena bunyi pesan2nya seperti menuju ke facebook lalu dengan keputusan bulat saya dan suami menutup akun pribadi kami.. karena posisi saya sudah  jualan online saat itu dan saya juga mempunyai satu akun jualan maka saya pakai dan aktifkan.. suami selalu dan tak bosan untuk mengingatkan akan hal yang penting terutama menyoal posting foto pribadi.. oke, dan Alhamdulillah saya bisa menerima karena sejak saat itu juga saya menyesal meski hanya foto biasa yang namanya kejahatan dunia maya semakin nambah hari minggu bulan dan seterusnya itu malah makin meningkat..fixed, fokus hanya sebagai salah satu alat promosi online, beberapa bulan ke depan, eh ada gosip penutupan akun jualan oleh mr.fb dan saya kena hehe #Alhamdulillahalaakullihaal.. berusaha khusnudzon terhadap Allah, karena Dialah yang mematikan Ia pula menghidupkan, pasti ada hikmah di balik kejadian tersebut.. padahal saat itu customer saya juga meningkat, penjualan pun mengikutinya.. dan mungkin Allah kasih jalan lain untuk menaikkan level saya.. ya sudah Bismillah saya bikin akun baru lagi, meski memang mulai dari awal karena biasanya kalau akun baru itu banyak dicurigai ya sama orang #yawajarlah.. seiring waktu berjalan ada aja Allah beri rejeki dari tempat yang tidak disangka-sangka..
Dan lama-lama juga nemu akun saudara atau teman lama, Alhamdulillah bisa terjalin silaturahim kembali karena bbm atau wa dan sebagainya juga belum nemu, akhirnya dipertemukanlah di facebook.. karena seringnya interaksi jualan di fb biasanya juga 'kepo' dengan berita-berita manis di timeline.. apalagi baru-baru ini sedang in sekali ya topik pilkada.. gatel posting dan komen memang ujung-ujungnya ga ada dampak positif sedikitpun, jadi teringat suami dan dua sahabat saya yang mengingatkan..
oleh karena itu, saya kembali coret-coret di blog (semoga akun kedua blog saya ini bisa istiqomah aamiin.. hehe sebelumnya saya punya satu blog yang ada beberapa tulisan belum selesai nah saat saya ingin kembali ke blog tidak ada ide dan malas)..
Saya dan suami sih sepemahaman, namun dia hanya mengingatkan tak usah berlebihan dalam sesuatu,, menyebarkan ilmu meski hanya satu ayatpun insya Allah pahala namun semua kembali pada efek yang selalu berujung perdebatan maka hindarilah bukankah Rasulullah menghindari berdebat meski benar, ya memang karena bagaimanapun, debat apapun selalu berbuah emosi, amarah yang datangnya dari syaitan naudzubillah..
selain itu, sejak lama juga sih setelah menikah saya jadi males blogging, dan salah satu sahabat saya juga selalu mengingatkan saya untuk terus menulis, apapun itu.. nah, jadi ada benang merahnya juga bagi saya hidup itu penuh hikmah dan berbuah berkah jika setiap diri termotivasi dan ada niat di dalamnya.. dulu saya juga punya telegram,, niat baik sih pengen kajian online namun ga lama hp jadi lemot padahal kapasitas juga masih banyak, ah lagi-lagi saya harus berkhusnudzon sama Allah.. selanjutnya pakai path, gegara sahabat-sahabat saya lainnya pake eh lama-lama juga banyak orang alay.. memang khusus path saya bikin untuk pribadi, pertemanan juga terbatas.. namun tetap saja ada saudara atau segelintir teman ada yang sedikit berlebihan hahaha.. sudahlah konsen ke jualan saja, tidak usah banyak aplikasi.. dan lama-lama fb juga eneg, meski mulai saya berkomen sedikit atau share something making controversy.. lagi-lagi saya diingatkan sesuatu oleh salah satu sahabat saya lainnya.. Alhamdulillah masih punya sahabat yang mengingatkan akhirat.. ketika netizen sedang ramai masalah politik, apalagi dicampuradukkan dengan agama, waa itu sensitif sekali.. saya tidak mau membahas dan atau mengajak berdebat di sini, hanya intinya media terlalu pandai menggiring opini publik, terlepas benar atau tidaknya memang politik kesannya selalu menjatuhkan lawan (maaf bukan kapasitas saya mengamati politik, hanya opini masyarakat awam saja).. kalau kenapa bisa dicampuradukkan dengan agama? Itu sudah 'lakum diinukum waliyyadin'..
Tidak ada asap kalau tidak ada api,, pepatahnya benar sekali.. pasti ada yang menyulut pemberitaan A lalu melebar hingga Z, kalau menurut suami saya sekarang berita ga ada yang bener masalah politik.. Saat banyak timeline di fb maupun di ig rasanya gerah juga ya liat berita gituan, saya hampir terbawa pemberitaan, eh tiba-tiba ingatlah satu sahabat saya itu, dia tidak berpesan menggurui karena memang saya yang nanya kenapa tiba-tiba left chat dari grup WA temen-temen kuliah.. jawabannya simple 'ga dibolehin mertua terlalu sering megang hp karena perilaku anak perempuan akan meniru ibunya, sedang anak lakilaki akan meniru perilaku ayahnya'.. oowwh saya merasa tertampar sekali, saya ambil hikmahnya saja, jaman sekarang apa-apa pake aplikasi dan dikit-dikit notifikasi, nah emang iya sih kalau tidak benar-benar dimanfaatkan secara positif untuk apa? Apalagi sahabat saya tersebut baru saja melahirkan, memang ada benang merahnya.. setidaknya saya kembali pada niat awal bahwa facebook hanya pure untuk berjualan, Tidak perlu mensharing hal-hal yang menimbulkan kontroversi.. #sambilistighfar, mungkin ada sedikit geram atau kekesalan saya lebih baik saya tuangkan saja dalam blog, saya kembali lagi membiasakan tulisan apapun sebagai motivasi atau dokumenter pribadi..(nulis sambil nahan komen-komen yang hanya banyak mudharat xixixi)
Maaf, sekali lagi maaf kepada siapapun yang telah membaca tulisan saya yang kurang mengenakkan..


ordinary mom,
arsendayellow..
Jakarta, Oct 18th 2016