Tidak ada program hamil ataupun progam KB kami, juga bukan berarti kami tidak memberi jarak anak satu dan lainnya.. sungguh, kuasa Allah dan kun fayakun kami yakin Allah lah yang maha mengetahui atas segala yang terjadi di muka bumi ini.. sabtu lalu (29 oktober 2016) akhirnya saya memberanikan diri untuk test pack.. pagi-pagi benar sampai saya tak bisa tidur sebenarnya.. antara feeling dan pertanyaan besar di hati ini.. then..,, ini hasilnya..^^
Alhamdulillah,, campur aduk rasanya, lebih ke deg-degan, surprise.. ntah lah.. perasaan apa yang seharusnya saya miliki? BERSYUKUR, tidak semua wanita ditakdirkan diamanahi keturunan. Padahal kehamilan pertama saja kesannya 'ngoyo' karena memang belum berpengalaman, sepasang pengantin baru pastilah 'dikejar' hamil sesegera mungkin,, dan bisa dipastikan under pressure, maka mencoba belajar memahami perasaan orang lain lebih tepat ketimbang menilainya tanpa mengetahui kebenarannya..
Meski tahun ini lumayan banyak (tetangga, teman, saudara) hamil dan saya selalu antusias akan hal itu, namun jika ditanya siapkan saya saat itu?? Wallahu alam.. ketika saya jawab belum maka Allah bisa saja mengundur takdir saya dan bahkan mungkin tidak akan menakdirkan kembali.. begitu sebaliknya, antara siap dan belum, saya harus terus memantapkan hati suatu waktu saya pasti merasakan kembali getaran mungil di rahim saya.. karena persalinan pertama saya by sectio caesar, setidaknya saya menargetkan minimal 2tahun lebih saya siap untuk hamil kembali.. di lain hal tersebut rasanya belum mampu menempatkan asyraf sebagai kakak, bukan bermaksud bagaimana, kadang merasa (saya pribadi) ingin selalu memperbaiki parenting yang ingin lebih baik lagi, belum siap membagi kasih dengan adik-adiknya. Seiring waktu berjalan, asyraf menginjak usianya ke3, saya merasa lebih percaya diri saja ketika entah bulan kapan kami diamanahi anak kembali.. Allah lebih mengetahuinya dan mungkin doa-doa kecil dari tetangga maupun teman adalah salah satu jalan untuk mendekatiNya..
Entah bagaimana, atau hanya sebagai wanita ya feeling saya main banget,, soal apapun itu.. terutama kehamilan saya kedua ini.. sekitar dua bulan lebih asyraf ko minta gendong ala ala bayi, tumben sekali.. dan makin tertarik dengan anak bayi tetangga, padahal sebelumnya cuek-cuek saja.. okelah i don't mind, mungkin juga karena ingin sekali mempunyai adik atau hanya sekedar suka saja dengan bayi tetangga.. lalu diikuti dengan bertambahnya manja kepada saya, padahal kalau ada ayahnya (terutama weekend), asyraf justru manja sekali dengan beliau, saya pun bisa selonjoran hehe.. nah, saya pikir sih mungkin memang lagi ingin manja saja sama saya, hmm saya pikir lagi ko tumben amat kan hari-harinya juga sama saya kenapa makin manja aja..ya sudah, i don't mind lagi saya pikir insya Allah tahun depan ya nak Bunda hamilnya (dalam hati ini)hikkkss, ternyata Allah majukan jadwal hamil saya..
Bulan oktober sudah mulai tanggal 20 lebih, saya tunggu-tunggu jadwal haid, makin hari rasanya worried juga haha plus deg-degan deh.. tanggal 25 sudah lewat, nah loohh.. suami menyarankan saya untuk segera testpack,, hm masih saya tunda..sambil flashback sudah dua minggu lebih yang lalu ko kepingin sekali manisan mangga, ketika di jalan melihat penjual manisan mangga akhirnya tidak terkejar karena posisi lampu sudah hijau dan penjualnya tidak melewati kami.. saya juga merasa jadi sering lapar, saya pikir mungkin akan haid karena ketika akan haid saya biasanya memang bertambah nafsu makan.. nah, ini juga bertambah surprise saya karena bertambahnya nafsu makan saya bisa jadi hamil atau haid, ko makin deg-degan saja ya.. dan finally,, saya siapkan diri testpack sabtu itu juga.. Alhamdulillah 'alaa kullihaal..
Lantas persiapan saya? Saya banyak-banyakin doa, baca al qur'an it's so simple tidak ada ritual-ritual khusus, kegiatanpun paling saya kurangi sedikit demi sedikit karena memang sekarang no khadimah dan sudah terbiasa, ya dijalani saja. Selama kuat sehat bisa dilakukan ya Bismillah bernilai ibadah, sekaligus berbagi tugas dengan suami xixixi.. dan poin utama bagi saya sih tetap menjaga kondisi emosi asyraf untuk mempersiapkan dirinya sebagai sulung yang akan mempunyai adik. Hal itu tidak mudah lo, usaha doa ikhtiar dan tawakal kuncinya,, semoga saya dan janin tetap selalu kuat sehat tidak kurang suatupun, suami dan asyraf juga sehat selalu ceria adalah kado hari-hari saya.. semoga Allah berkahi semuanya.. aamiin..
Sejauh ini saat kami perkenalkan calon adik asyraf, ia sih terlalu excited, meski mungkin belum terlalu paham.. dan saya sambil bercerita flashback jika asyraf bayi dulu juga masih di perut, sekaligus mengajarkannya selalu sayang dan mencium calon adiknya ini.. All praises to Allah..
mommydiary
Momandstory,momandpregnancy
ARSENDAYELLOW
Jakarta, November 1st 2016
Alhamdulillah,, campur aduk rasanya, lebih ke deg-degan, surprise.. ntah lah.. perasaan apa yang seharusnya saya miliki? BERSYUKUR, tidak semua wanita ditakdirkan diamanahi keturunan. Padahal kehamilan pertama saja kesannya 'ngoyo' karena memang belum berpengalaman, sepasang pengantin baru pastilah 'dikejar' hamil sesegera mungkin,, dan bisa dipastikan under pressure, maka mencoba belajar memahami perasaan orang lain lebih tepat ketimbang menilainya tanpa mengetahui kebenarannya..
Meski tahun ini lumayan banyak (tetangga, teman, saudara) hamil dan saya selalu antusias akan hal itu, namun jika ditanya siapkan saya saat itu?? Wallahu alam.. ketika saya jawab belum maka Allah bisa saja mengundur takdir saya dan bahkan mungkin tidak akan menakdirkan kembali.. begitu sebaliknya, antara siap dan belum, saya harus terus memantapkan hati suatu waktu saya pasti merasakan kembali getaran mungil di rahim saya.. karena persalinan pertama saya by sectio caesar, setidaknya saya menargetkan minimal 2tahun lebih saya siap untuk hamil kembali.. di lain hal tersebut rasanya belum mampu menempatkan asyraf sebagai kakak, bukan bermaksud bagaimana, kadang merasa (saya pribadi) ingin selalu memperbaiki parenting yang ingin lebih baik lagi, belum siap membagi kasih dengan adik-adiknya. Seiring waktu berjalan, asyraf menginjak usianya ke3, saya merasa lebih percaya diri saja ketika entah bulan kapan kami diamanahi anak kembali.. Allah lebih mengetahuinya dan mungkin doa-doa kecil dari tetangga maupun teman adalah salah satu jalan untuk mendekatiNya..
Entah bagaimana, atau hanya sebagai wanita ya feeling saya main banget,, soal apapun itu.. terutama kehamilan saya kedua ini.. sekitar dua bulan lebih asyraf ko minta gendong ala ala bayi, tumben sekali.. dan makin tertarik dengan anak bayi tetangga, padahal sebelumnya cuek-cuek saja.. okelah i don't mind, mungkin juga karena ingin sekali mempunyai adik atau hanya sekedar suka saja dengan bayi tetangga.. lalu diikuti dengan bertambahnya manja kepada saya, padahal kalau ada ayahnya (terutama weekend), asyraf justru manja sekali dengan beliau, saya pun bisa selonjoran hehe.. nah, saya pikir sih mungkin memang lagi ingin manja saja sama saya, hmm saya pikir lagi ko tumben amat kan hari-harinya juga sama saya kenapa makin manja aja..ya sudah, i don't mind lagi saya pikir insya Allah tahun depan ya nak Bunda hamilnya (dalam hati ini)hikkkss, ternyata Allah majukan jadwal hamil saya..
Bulan oktober sudah mulai tanggal 20 lebih, saya tunggu-tunggu jadwal haid, makin hari rasanya worried juga haha plus deg-degan deh.. tanggal 25 sudah lewat, nah loohh.. suami menyarankan saya untuk segera testpack,, hm masih saya tunda..sambil flashback sudah dua minggu lebih yang lalu ko kepingin sekali manisan mangga, ketika di jalan melihat penjual manisan mangga akhirnya tidak terkejar karena posisi lampu sudah hijau dan penjualnya tidak melewati kami.. saya juga merasa jadi sering lapar, saya pikir mungkin akan haid karena ketika akan haid saya biasanya memang bertambah nafsu makan.. nah, ini juga bertambah surprise saya karena bertambahnya nafsu makan saya bisa jadi hamil atau haid, ko makin deg-degan saja ya.. dan finally,, saya siapkan diri testpack sabtu itu juga.. Alhamdulillah 'alaa kullihaal..
Lantas persiapan saya? Saya banyak-banyakin doa, baca al qur'an it's so simple tidak ada ritual-ritual khusus, kegiatanpun paling saya kurangi sedikit demi sedikit karena memang sekarang no khadimah dan sudah terbiasa, ya dijalani saja. Selama kuat sehat bisa dilakukan ya Bismillah bernilai ibadah, sekaligus berbagi tugas dengan suami xixixi.. dan poin utama bagi saya sih tetap menjaga kondisi emosi asyraf untuk mempersiapkan dirinya sebagai sulung yang akan mempunyai adik. Hal itu tidak mudah lo, usaha doa ikhtiar dan tawakal kuncinya,, semoga saya dan janin tetap selalu kuat sehat tidak kurang suatupun, suami dan asyraf juga sehat selalu ceria adalah kado hari-hari saya.. semoga Allah berkahi semuanya.. aamiin..
Sejauh ini saat kami perkenalkan calon adik asyraf, ia sih terlalu excited, meski mungkin belum terlalu paham.. dan saya sambil bercerita flashback jika asyraf bayi dulu juga masih di perut, sekaligus mengajarkannya selalu sayang dan mencium calon adiknya ini.. All praises to Allah..
mommydiary
Momandstory,momandpregnancy
ARSENDAYELLOW
Jakarta, November 1st 2016

No comments:
Post a Comment